Kringgg……!!!
“Mama… jam berapa nih ? kok jam sy udah berderig ?
Jam 7 kurang
10, nggak niat kesekolah kamu Farid ? “what ??! Mati sy…!! ”Ucap Farid pagi
itu, dia bergegas mandi dan memakai bajunya walaupun tergesa-gesa. Ia
langsung menaiki motornya dan melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Itu memang sudah menjadi kebiasaan Farid.
Sesampai di sekolah, ternyata semua siswa sudah masuk. Farid bingung dia harus bagaimana lagi. Sedangkan guru yang super duper seram dan galak itu sudah ada di ruangan.“ Hadeechh… bodoh banget Farid malah clingak-clinguk di situ, ngapain km di situ ?? ucap Hadi
“mampus deh gue… gimana nih di ? Mana pak Sony udah di dalem?”“ ya cepetan km masuk, malah clingak-clinguk di jendela,
cepetan masuk… aahh,,.. dasar km udah kebiasaan”“iya iya.. sy masuk… huuff…
Bissmilahirrahmanirrahim… ya Allah tolong hambamu ini..” “halah.. nggak usah
lebay kyak gtu cepetan sudah !!.”
Hadi adalah sahabat Farid Walaupun dia tergolong anak yang nakal namun dia baik dan setia banget
sama sahabatnya.“tok..tok..tok…”“MASUUUUKKK!” “Pak anu… maaf saya
terlambat… tadi… em… apa itu.. anu .. anu pak…”“haaah… anu… anu… anu…!
Berdiri di depan kelas….!!!!” ”Yaahh..
Itulah Farid. Memang dia mempunyai ciri khas. Farid adalah anak yang keren,
hampir semua orang mengatahui sikap Farid. Namun di balik itu, dia
termasuk anak yang suka jahil. Namun sebenarnya dia juga baik hati. Dia mempunyai 3 sahabat sejati selalu menemani dimanapun dia berada. Ketiga sahabat itu bernama, antaranya ya Hadi, Yusuf, dan Amy. Mereka bersahabat dari kecil. Mereka berempat adalah sahabat sejati. Mereka satu geng. Tapi memang, mereka berempat mempunyai kesalahan besar pada saat itu. Sebut saja Romy. Romi adalah musuh bebuyutan geng dari Farid. Dia bersikeras menghancurkan ke-empat sahabat itu. Hingga pada suatu hari, saat Yusuf salah satu sahabat Farid,sedang mengendarai motor hendak menuju toko buku,karena pada saat itu Yusuf di tugasi oleh Farid untuk mengerjakan tugas dari salah satu Guru mereka, tiba-tiba tidak disangka para gerombolan Romi sedang merencanakan untuk menculik salah satu diantara mereka ber-empat. Tiba-tiba Yusuf dihadang oleh Romi dan teman-temanya. Otomatis Yusuf bingung. Dan Yusuf dibawa oleh Romi ke tempat tersembunyi. Disana Yusuf diipukuli oleh Romi dan teman-temannya. Lalu Romi menelfon Farid yang sedang kebingungan mencari Yusuf.“kalau km mau Yusuf selamat potong
kuping km kasih ke sy!!” kalo km gak ngasihin kupingmu ke sy, Yusuf bakal mati ditangan sy!!” “oke-oke sy turutin kemauan km, tapi please
jangan sentuh Yusuf sy mohon sama km.” Ucap Farid“ok, sy tunggu km di gudang
sebelah markas kampus kita” jika km nggak datang , jangan ngarep km
bisa ngeliat Yusuf lagi, CAMKAN kata-kata suy ini, sy gak main-main.” Ucap Romi
Lalu Farid merasa bingung, dia berpikir “ apa yang harus aku lakukan, apa
aku harus memotong telingaku? Tapi jika tidak pasti nyawa Yusuf akan
terancam, aku harus bagaimana?” tiba-tiba Farid mengambil silet yang ada
di meja kamarnya dia mengatakan “ DEMI SEORANG SAHABAT…. AKU RELA….”
terdengar bunyi“ CRAAASSHHH” terlihat darah mengucur deras dari telinga Farid. “aaahhhrrr”” jerit Farid saat itu.Dengan terbata-bata dia mengambil
plastic kecil dan memasukan daun telinganya kedalam plastic itu.***
Dilain tempat, Yusuf sedang bingung bagaiman dia harus melarikan diri.
Lalu dia mengambil kawat untuk mengotak-atik pintu yang terkunci agar
bisa terbuka. Dan “ yeaaahhh…?” pintu itu terbuka. Yusuf bisa membuka
pintu itu. Bergegas ia melarikan diri dari tempat tersebut. Dengan
berhati-hati dan berharap geng Romi tidak mengetahui Yusuf kabur. Dan
akhirnya Yusuf bisa keluar dari tempat tersebut dan dia segera menuju ke
rumah Farid.
Sesampai dirumah Farid, ternyata disana hanya ada Hadi dan Amy. Yusuf
melihat teman-temannya sedang kebingungan. Lalu Hadi bertanya kepada Yusuf, yusuf, sy bener-bener nggak tau, sebenarnya ada apa??”“ ceritanya
panjang, sy nggak bisa ceritain sekarang. Yang penting dimana Farid
sekarang??? Please..”“ oke… okee… sy juga gak tau dimana Farid. Tapi tadi sy lihat ada darah di kamarnya. sy juga bingung cari Farid sampe
sekarang, sy takut dia kenapa-kenapa…” “ ya TUHAN… jangan-jangan……????
Ayo ikut sy sekarang…….”Dengan hati yang amat gelisah, mereka pergi ke
gudang tempat markas si Romy dan kawan-kawannya.
Sesampai disana mereka menemukan banyak mobil polisi dan beberapa mobil
ambulance. Hadi, Yusuf, dan Amy langsung bingung. Lalu Amy bertanya
kepada salah satu polisi“ pak, ada apa ini!”“kami menemukan 1 mayat dan
tersangka penganiayaan”“ dimana mayat itu pak!” mungkin saja kami
kenal”“ ya, di dalam ambulance”
Betapa kaget mereka. Ternyata itu adalah Farid sahabat mereka. Lalu mereka
bertiga langsung memeluk mayat yang Farid yang penuh darah. Dan Yusuf
melihat telinga Farid telah tiada. Yusuf ingat kata-kata Romy saat menelfon Farid,(“kalau km mau Yusuf selamat potong kuping km kasih ke sy!!” kalo km gak ngasihin kupingmu ke sy, Yusuf bakal mati ditangan sy!!”)
Dan Yusuf sadar. Farid rela memotong telinganya hanya untuk keselamatan
dia, dan sahabat-sahabatnya. Lalu Yusuf menangis. Dia dan teman-temannya
lalu memakamkan Farid saat keesokan harinya. Saat jenasah Farid dimasukan ke
liang lahat Hadi, Yusuf, dan Amy berkata“ Farid, sahabatku… walaupun kau
sudah tiada, namun semangatmu kan ada di hati kami selamanya. Kami akan
selalu mendoakanmu.semoga kau tenang di alam sana. Suatu saat kita
pasti akan bersama dan berkumpul lagi….” Ucap mereka sambil meneteskan
air mata. ;'( :-(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar